Home / / Mall milik Bupati Bulukumba terancam dibongkar

Mall milik Bupati Bulukumba terancam dibongkar


Meski pembangunan mal Megah Zanur baru saja selesai dan sudah siap ditempati, namun tempat pembelanjaan miliki Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan  itu, malah terancam dibongkar kembali.

Wacana pembongkaran itu, mencuat setelah pihak DPRD Bulukumba, Senin 6 Agustus lalu, meninjau dan melakukan pengukuran langsung terhadap mal yang pembangunannya dimulai 2011 itu.

Mall milik Bupati Bulukumba
Anggota Komisi C DPRD Bulukumba, Andi Baso Mauragawali, pekan lalu, mengatakan, pembongkaran bagian halaman mal Megah Zanur merupakan solusi terbaik. Alasannya, berdasarkan hasil pengukuran dan gambar denah pembangunan mal itu, terungkap melanggar dengan menambah luas pembangunan areal parkir.

Akibatnya, areal tersebut telah mengambil sebagian lokasi pembangunan infrastruktur jalan yang sementara ini dikerjakan PT Bumi Karsa. "Awalnya ada laporan masuk ke kami. Setelah kami tinjau ternyata betul, pembangunan mal Megah Zanur telah melanggar," ungkapnya.

Menurut Baso, berdasarkan denah pembangunan mal Megah Zanur, terdapat selisih jarak sekitar 6,5 meter dari ruas jalan ke areal halaman mal. Selain itu, tata letak tiang listrik PLN, yang seharusnya berjarak sekitar 10 meter dari badan jalan, digeser sekitar 6 meter lebih dekat dengan badan jalan. Tidak hanya itu, berdasarkan aturan penataan Kota Bulukumba, lokasi pembangunan mal itu seharusnya menjadi kawasan hijau.

Namun, karena kebijakan Pemkab Bulukumba, lokasi itu dijadikan sebagai pusat perbelanjaan. "Jalan satu-satunya adalah areal parkir mal harus dibongkar, karena itu sudah melanggar. PT Bumi Karsa juga sepakat tidak melanjutkan pekerjaan jalan sebelum areal mal itu dibongkar," jelas legislator akrab disapa Opu itu.

Hal yang sama disebutkan legislator Komisi A DPRD Bulukumba, Amar Ma'ruf. Menurutnya, berdasarkan Pasal 13 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, sebuah bangunan harus mempunyai persyaratan jarak bebas bangunan yang meliputi Garis Sempadan Bangunan (GSB).

Kata dia, patokan untuk mengukur GSB dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 itu adalah jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta api dan jaringan tegangan tinggi. “Jika berdasarkan hal tersebut, sudah jelas mal Megah Zanur telah melakukan pelanggaran. Jaraknya yang sangat dekat dengan jalan mengakibatkan bangunan itu harus dibongkar," tegasnya.

Sementara itu, Pemilik manajemen Megah Zanur, Zainuddin Hasan, yang juga Bupati Bulukumba, mengakui adanya kesalahan dalam pembangunan areal parkir malnya tersebut. “Kami juga sepakat jika areal parkir itu dibongkar jika memang terbukti melampuai batas yang ada. Bukan malnya yang mau dibongkar, hanya pagarnya saja, dan kami sudah lakukan itu," akunya. (fajar.co.id/nir-rb/lis)

studio: Jl. Pepaya No. 1 Bulukumba, Sulsel 95211
iklan radio: telp. (0413) 81554, radiocempaka@yahoo.co.id, rca102.5fm@gmail.com
iklan situs web: HP 081343790619, redaksi.rcafm@gmail.com

Mall milik Bupati Bulukumba terancam dibongkar Posted by rcanews on 05.52. Filed under .

Copyright © RCA 102,5 FM Bulukumba. All Rights Reserved. - Designed by rcafmdesign - Administrator: Tim Online RCA 102,5 FM Bulukumba